//
you're reading...
Kisah Salaf

Tetaplah Tegar, Wahai Ayah!

Mount-Everest-1

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah, aqidah Islam telah membimbing kita untuk mengikuti kebenaran dan tidak gentar dengan segala resikonya. Demikianlah yang dicontohkan oleh para pendahulu umat ini, dari kalangan para ulama dan anak didik mereka.

Berikut ini, sebuah cuplikan kisah menakjubkan dari masa yang penuh dengan kekacauan yaitu berkuasanya keyakinan al-Qur’an adalah makhluk. Masa dimana Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah harus dipenjara, menerima hukuman cambuk dan siksaan yang teramat dahsyat karena keteguhan beliau membela aqidah.

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah mengisahkan dengan membawakan sanad dari Muhammad bin Suwaid ath-Thahhan. Muhammad bin Suwaid menceritakan, “Pada saat itu kami sedang bersama ‘Ashim bin ‘Ali. Bersama kami ada Abu ‘Ubaid al-Qasim bin Sallam dan Ibrahim bin Abil Laits.” Muhammad lalu menyebut nama-nama orang lain yang hadir di tempat itu. Pada hari itulah Ahmad bin Hanbal dijatuhi hukuman cambuk.

‘Ashim berkata, “Adakah orang yang mau berangkat bersamaku untuk menemui lelaki ini (Khalifah al-Mu’tashim) dan berbicara kepadanya?”. Setelah mendengar pertanyaan itu, tidak ada seorang pun yang memberikan jawaban. Ibrahim bin Abil Laits berkata, “Wahai Abul Husain! Aku akan berangkat bersamamu.”

Maka ‘Ashim pun berseru, “Wahai ghulam (panggilan untuk pembantunya)! Siapkan terompahku.” Namun, tak lama kemudian Ibrahim mengatakan, “Wahai Abul Husain! Aku ingin bertemu dengan putri-putriku terlebih dulu untuk memberikan wasiat dan menyelesaikan urusanku bersama mereka.”

Muhammad bin Suwaid mengatakan, “Kami pun mengira bahwa dia [Ibrahim] pergi untuk menyiapkan kain kafan dan minyak wangi [kalau-kalau kematian menghampirinya].” Kemudian Ibrahim kembali. ‘Ashim pun berkata, “Wahai ghulam! Siapkan terompahku.”

Ibrahim berkata, “Wahai Abul Husain! Aku telah menemui putri-putriku dan mereka pun menangis.” Muhammad bin Suwaid mengisahkan: Lalu tibalah sebuah surat dari kedua orang putri ‘Ashim yang tinggal di negeri Wasith. Di dalam surat itu tertulis:

“Wahai ayah kami, sesungguhnya telah sampai kepada kami berita bahwa lelaki ini [Khalifah] menjatuhkan hukuman kepada Ahmad bin Hanbal dan mencambuknya supaya mengatakan al-Qur’an adalah makhluk. Maka bertakwalah kepada Allah, janganlah engkau penuhi seruannya jika dia menyuruhmu untuk itu. Demi Allah! Kami lebih suka mendengar berita kematianmu daripada mendengar berita bahwa engkau mengatakan hal itu.”

[lihat Manaqib al-Imam Ahmad, hal. 453]

Lihatlah, saudaraku! Betapa berharganya aqidah di mata mereka, sehingga kematian lebih ringan bagi mereka daripada harus menjual aqidah dan agama…

Discussion

One thought on “Tetaplah Tegar, Wahai Ayah!

  1. subhanallah

    Posted by ima | May 7, 2013, 2:33 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: