//
you're reading...
Nasehat

Mutiara Hikmah Ulama Salaf [Bagian 34]

bumi memanas

Nikmat Atau Bencana?

[361] Salamah bin Dinar rahimahullah berkata, “Setiap kenikmatan yang tidak semakin mendekatkan diri kepada Allah –‘azza wa jalla– maka itu adalah bencana.” (lihat Aina Nahnu min Haa’ulaa’i, hal. 282)

Sumber Datangnya Musibah

[362] Abu Sulaiman ad-Darani rahimahullah berkata, “Mereka [salafus shalih] sedikit dosanya, oleh sebab itu mereka bisa mengetahui darimana sumber musibah yang menimpanya. Adapun kita; dosa kita sangatlah banyak, sehingga kita tidak bisa mengetahui dari dosa manakah kita mendapatkan bencana.” (lihat Aina Nahnu min Haa’ulaa’i, hal. 289)

Rahasia Kebaikan

[363] ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu’anhu berkata, “Aku tidak peduli apakah aku memasuki waktu pagi dalam keadaan dirundung kesulitan atau mendapatkan kemudahan -dalam urusan dunia-, sebab aku tidak mengetahui manakah yang lebih baik bagiku.” (lihat Aina Nahnu min Haa’ulaa’i, hal. 289)

Musibah Yang Lebih Besar

[364] Sebagian salaf berkata, “Kehilangan pahala [sabar] pada saat musibah menimpa itu jauh lebih besar [merugikan] daripada musibah itu sendiri.” (lihat Aina Nahnu min Haa’ulaa’i, hal. 290)

Sabar Di Saat Sehat

[365] Sebagian salaf berkata, “Musibah itu bisa membuat sabar orang beriman maupun orang kafir. Akan tetapi tidak akan bisa bersabar ketika mendapatkan keselamatan dan kesehatan -untuk tidak bermaksiat- kecuali orang yang shiddiq/jujur keimanannya.” (lihat Aina Nahnu min Haa’ulaa’i, hal. 297)

Meringankan Musibah

[366] ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu berkata, “Barangsiapa yang bersikap zuhud di dunia niscaya musibah-musibah itu akan terasa ringan baginya, dan barangsiapa yang menunggu-nunggu datangnya kematian pastilah dia akan bersegera menuju kebaikan-kebaikan.” (lihat Aina Nahnu min Haa’ulaa’i, hal. 303)

Menyambut Musibah Dengan Gembira

[367] Ibrahim bin Dawud rahimahullah berkata: Sebagian orang bijak mengatakan, “Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang menghadapi musibah-musibah yang menimpanya dengan kegembiraan.” Maka Ibrahim berkata, “Mereka itu adalah orang-orang yang hatinya telah bersih dari kegandrungan terhadap dunia.” (lihat Aina Nahnu min Haa’ulaa’i, hal. 305)

Memusuhi Allah

[368] Abu Mas’ud al-Balkhi rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang tertimpa musibah kemudian merobek-robek pakaian atau memukul-mukul dada, seolah-olah dia adalah orang yang sedang mengambil tombak untuk mengobarkan peperangan dengan Rabbnya ‘azza wa jalla.” (lihat Aina Nahnu min Haa’ulaa’i, hal. 305)

Kunci Keselamatan

[369] Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma berkata, “Barangsiapa yang membaca al-Qur’an dan mengikuti ajaran yang terdapat di dalamnya, maka Allah akan tunjuki dirinya dari kesesatan dan Allah akan menjaganya pada hari kiamat dari hisab yang buruk.” (lihat Ma’alim at-Tanzil, hal. 829 oleh Imam al-Baghawi rahimahullah)

Ilmu Yang Bermanfaat

[370] Syaikh as-Sa’di rahimahullah berkata, “Adapun ilmu nafi’/ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang bisa mensucikan hati dan ruh yang pada akhirnya akan membuahkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Ilmu itu adalah ajaran-ajaran yang dibawa oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang meliputi ilmu tafsir, hadits, dan fiqih serta segala ilmu yang menopang atau membantunya semacam ilmu-ilmu bahasa arab…” (lihat Bahjat al-Qulub al-Abrar, hal. 42)

Discussion

2 thoughts on “Mutiara Hikmah Ulama Salaf [Bagian 34]

  1. Ustadz, ada ga link buat download yg versi arabnya (kitab Aina Nahnu min Haulaai)? Ana lagi lg belajar bahasa arab otodidak. Sykron

    Posted by Edi Widartono | April 3, 2013, 1:41 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: