//
you're reading...
Nasehat

Mutiara Hikmah Ulama Salaf [Bagian 43]

tanah__air__udara_by_adminasik

Sifat Seorang Mukmin

[451] Sahl bin Abdullah rahimahullah berkata, “Seorang mukmin adalah orang yang senantiasa merasa diawasi Allah, mengevaluasi dirinya, dan membekali diri untuk menyambut akhiratnya.” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa’, hal. 711)

Tanda Kecintaan dan Kebencian

[452] Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Jika Allah mencintai seorang hamba maka Allah akan memperbanyak kekhawatirannya. Dan apabila Allah membenci seorang hamba maka Allah akan melapangkan dunianya.” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa‘, hal. 717)

Bukan Tanda Cinta

[453] Bisyr bin as-Sari rahimahullah berkata, “Bukanlah termasuk tanda-tanda kecintaan apabila engkau justru mencintai apa yang dibenci oleh orang yang kamu cintai.” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa‘, hal. 717)

Tanda Cinta Kepada Allah

[454] Dzun Nun rahimahullah berkata, “Salah satu tanda orang yang benar-benar mencintai Allah adalah tidak memiliki kebutuhan kepada [sesembahan] selain Allah.” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa‘, hal. 721)  

Antara Cinta dan Syari’at

[455] Yahya bin Mu’adz rahimahullah berkata, “Bukanlah orang yang jujur yang mengaku cinta kepada-Nya akan tetapi tidak menjaga batasan/aturan-Nya.” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa‘, hal. 723)

Kerinduan dan Ketentraman Bersama Allah

[456] Ibnu al-Farghani rahimahullah berkata, “Kecintaan pasti menumbuhkan kerinduan, sedangkan kerinduan pasti membuahkan ketentraman. Barangsiapa yang kehilangan kerinduan dan ketentraman -dalam beribadah- maka ketahuilah bahwa dia bukan seorang pecinta yang sejati.” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa‘, hal. 733) 

Mengorbankan Agama Demi Dunia

[457] Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata, “Apabila seorang an-Naasik [ahli ibadah] telah diridhai oleh semua tetangganya, maka ketahuilah bahwa dia adalah orang yang suka ber-mudahanah/basa-basi dengan mengorbankan agama, pent.” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa‘, hal. 736)

Tetap Istiqomah

[458] Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, “Demi Allah yang tidak ada sesembahan -yang benar- selain Dia. Tidaklah membahayakan bagi seorang hamba yang senantiasa berada di atas Islam pada waktu pagi hingga sore hari, apapun yang menimpa dirinya dari masalah-masalah dunia.” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa‘, hal. 741

Tidak Suka Pujian

[459] Adalah Ibnu Muhairiz rahimahullah, apabila ada orang yang memuji-muji dirinya maka dia berkata, “Tidakkah kamu mengetahui? Apa sih yang kamu ketahui -tentang diriku, pent-?” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa‘, hal. 742)

Tidak Lupa Daratan

[460] Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah berkata, “Para ulama mengatakan bahwa pujian tidak akan memperdaya seorang yang benar-benar telah mengenali hakikat dirinya sendiri.” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa‘, hal. 743)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: