//
you're reading...
Nasehat

Mutiara Hikmah Ulama Salaf [Bagian 44]

situ-gintung

Keadaan Para Ulama

[461] Ibrahim bin Ad-ham rahimahullah berkata, “Adalah para ulama dahulu apabila telah berilmu maka mereka pun mengamalkan ilmunya. Apabila mereka telah beramal, mereka pun disibukkan dengannya. Kalau mereka telah sibuk dengannya mereka pun lenyap. Apabila mereka telah lenyap maka mereka pun dicari. Dan apabila mereka dicari maka mereka pun lari.” (lihat Shalahul Ummah fi ‘Uluwwil Himmah [1/106])

Faidah Kisah Ulama

[462] Imam Abu Hanifah rahimahullah berkata, “Menceritakan tentang keadaan para ulama dan menyebutkan kebaikan-kebaikan mereka lebih aku sukai daripada banyak membicarakan fikih [ilmu], karena dengan membaca kisah mereka kita akan mengetahui adab serta akhlak mereka.” (lihat Shalahul Ummah fi ‘Uluwwil Himmah [1/109])

Nasehat Membekas

[463] Suatu ketika Hasan al-Bashri rahimahullah melewati Thawus rahimahullah ketika sedang mendiktekan hadits di Masjidil Haram dalam sebuah halaqah yang besar. Hasan pun mendekatinya. Hasan berkata kepadanya di telinganya, “Apabila dirimu telah membuatmu ujub hendaklah engkau bangkit dari majelis ini.” Segera setelah itu Thawus pun bangkit meninggalkan majelis itu (lihat Shalahul Ummah fi ‘Uluwwil Himmah [1/130])

Sebuah Keadilan

[464] Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang ingin melihat orang yang riya’ hendaklah dia melihatku.” (lihat Shalahul Ummah fi ‘Uluwwil Himmah [1/132])

[465] Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah berkata, “Aku mencintai orang-orang salih sementara aku bukanlah termasuk diantara mereka. Dan aku membenci orang-orang jahat sementara aku lebih jelek daripada mereka.” (lihat Shalahul Ummah fi ‘Uluwwil Himmah [1/133])

Orang Gila

[466] Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Apabila aku melihat ada orang yang orang-orang lain berkumpul di sekelilingnya niscaya aku katakan bahwa ini adalah orang gila. Siapakah orang yang orang lain berkumpul di sekitarnya kemudian dia tidak senang membagus-baguskan ucapannya kepada mereka! (lihat Shalahul Ummah fi ‘Uluwwil Himmah [1/134])

Pujian dan Kenyataan

[467] Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah berkata, “Para ulama mengatakan; pujian tidaklah akan memperdaya orang yang telah mengenali hakikat dirinya sendiri.” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa’, hal. 743)

Mencintai Musibah

[468] Abud Darda’ radhiyallahu’anhu berkata, “Tiga perkara yang aku cintai akan tetapi orang-orang membencinya; kemiskinan, sakit, dan kematian.” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa’, hal. 768)

Adab Di Dalam Masjid

[469] Yunus bin Abu Ishaq rahimahullah berkata, “Adalah Amr bin Maimun apabila telah masuk ke dalam masjid maka beliau pun berdzikir kepada Allah ‘azza wa jalla.” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa’, hal. 771)

[470] Imam al-Auza’i rahimahullah berkata, “Adalah ‘Abdah apabila sedang berada di dalam masjid maka beliau tidak mau membicarakan sedikit pun urusan dunia.” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa’, hal. 771)

Discussion

One thought on “Mutiara Hikmah Ulama Salaf [Bagian 44]

  1. Reblogged this on zyrechsmart.

    Posted by sandazyrechsmarts | May 27, 2013, 8:58 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: