//
you're reading...
Telaah

Pentingnya Aqidah Bagi Setiap Insan

c6e0f622

Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah. Amma ba’du.

Sesungguhnya para ulama dari sejak jaman dahulu hingga sekarang memiliki perhatian yang sangat besar terhadap perkara aqidah.

Bahkan, mereka mendahulukannya -dalam belajar maupun mengajar- di atas semua cabang ilmu syari’at. Hal ini memiliki banyak sebab, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Aqidah adalah pokok Islam dan asas agama. Tidak diterima amal serta tidak akan menjadi baik ucapan kecuali dengannya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang kufur kepada keimanan maka sungguh terhapus amalannya.” (QS. al-Ma’idah: 5). Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Sungguh jika kamu berbuat syirik maka pastilah akan terhapus seluruh amalmu.” (QS. Az-Zumar: 65)
  2. Aqidah ini merupakan fitrah yang Allah anugerahkan kepada umat manusia. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Hadapkanlah wajahmu untuk agama yang hanif. Itulah fitrah yang Allah berikan kepada manusia, tidak ada yang mengganti ciptaan Allah.” (QS. ar-Rum: 30). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semua bayi terlahir dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanya yang menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  3. Aqidah merupakan kewajiban paling pertama bagi mukallaf. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika mengutus Mu’adz ke Yaman, “Sesungguhnya kamu akan mendatangi suatu kaum ahli kitab, maka hendaknya yang pertama kali kamu serukan kepada mereka adalah supaya mereka mentauhidkan Allah ta’ala.” (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh sebab itu Imam Bukharirahimahullah menyusun kitab Shahihnya dengan urutan Kitab Bad’ul Wahyi – Kitab al-Iman – Kitab al-‘Ilmu. Dengan susunan ini beliau ingin memberikan pelajaran kepada kita bahwasanya kewajiban pertama bagi manusia adalah iman, sedangkan sarana untuk meraihnya adalah dengan ilmu, sementara sumber iman dan ilmu adalah wahyu. Jundub bin Abdullah al-Bajaliradhiyallahu’anhu berkata, “Kami mempelajari iman lalu kami belajar al-Qur’an; maka semakin bertambahlah keimanan kami.” Abdullah bin Umarradhiyallahu’anhuma berkata, “Sungguh kami ini telah hidup sekian lama dalam keadaan ada diantara kami yang diberikan iman sebelum dianugerahi [ilmu] al-Qur’an.”
  4. Aqidah merupakan seruan pertama yang didakwahkan oleh para rasul kepada kaumnya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah Kami mengutus seorang rasul pun sebelum engkau melainkan Kami wahyukan kepadanya; Tidak ada sesembahan -yang benar- selain Aku, maka sembahlah Aku saja.” (QS. al-Anbiya’: 25). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang mengajak; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (QS. An-Nahl: 36). Inilah manhaj/metode dakwah para nabi. Yaitu mengokohkan aqidah terlebih dahulu sebelum yang lainnya. Sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Yusuf ‘alaihis salam ketika berada di dalam penjara. Allah ta’ala menceritakan kisahnya (yang artinya), “Wahai dua orang temanku dalam penjara ini; Apakah sesembahan-sesembahan yang bermacam-macam itu yang lebih baik ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Tidaklah yang kalian sembah selain-Nya kecuali sekedar nama-nama yang diberikan oleh kalian dan nenek moyang kalian; sama sekali Allah tidak menurunkan keterangan atasnya. Tidaklah hukum itu kecuali milik Allah. Allah memerintahkan agar kalian tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Itulah agama yang lurus, akan tetapi kebanyakan orang tidak mengetahui.” (QS. Yusuf: 39-40)
  5. Ia merupakah tujuan penciptaan jin dan manusia. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat: 56)
  6. Allah sendiri yang bersaksi tentang keesaan-Nya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah bersaksi bahwa tiada sesembahan yang benar selain-Nya. Demikian juga bersaksi para malaikat dan orang-orang yang berilmu demi tegaknya keadilan. Tidak ada sesembahan yang benar selain Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali ‘Imran: 18).
  7. Ia merupakan kunci perbaikan umat. Imam Malikrahimahullah berkata, “Tidak akan baik akhir generasi umat ini kecuali dengan sesuatu yang telah berhasil memperbaiki generasi awalnya.” Wallahu a’lam. 

Sumber: Mukadimah tahqiq Aqidah Salaf As-habul Hadits karya Imam ash-Shabuni oleh Abul Yamin al-Manshuri, (hal. 6-9 cet. Dar al-Minhaj)

Discussion

One thought on “Pentingnya Aqidah Bagi Setiap Insan

  1. Reblogged this on zyrechsmart.

    Posted by sandazyrechsmarts | July 10, 2013, 2:55 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: