//
you're reading...
Telaah

Majelis Nabi: Nilai Sebuah Kejujuran

berani-jujur-hebat1

Imam Muslim rahimahullah menuturkan:

Menuturkan kepadaku Yahya bin Ayyub, Qutaibah, dan Ibnu Hujr. Mereka semua meriwayatkan dari Isma’il bin Ja’far. Ibnu Ayyub berkata:

Isma’il menuturkan kepada kami. Dia berkata: al-‘Alaa’ mengabarkan kepadaku dari ayahnya, dari Abu Hurairah –radhiyallahu’anhu– bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melalui suatu tumpukan makanan, lalu beliau memasukkan tangan beliau ke dalamnya. Ternyata jari-jari beliau menemukan ada basah-basah di dalamnya.

Maka beliau berkata, “Apa ini, wahai pemilik -pedagang- makanan?” Dia menjawab, “Makanan itu terkena tetesan air hujan ya Rasulullah.” Beliau pun bersabda, “Apakah tidak sebaiknya kamu letakkan ia di atas makanan sehingga orang-orang -calon pembeli, pent- akan bisa melihatnya? Barangsiapa yang menipu, dia bukan termasuk pengikutku.”

[lihat Shahih Muslim bersama Syarh an-Nawawi Jilid 2 hal. 177-178 cet. Ibn Haitsam]

Discussion

One thought on “Majelis Nabi: Nilai Sebuah Kejujuran

  1. Reblogged this on zyrechsmart.

    Posted by sandazyrechsmarts | August 27, 2013, 3:07 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: