//
you're reading...
Nasehat

Belajar Niat Dari Hadits ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu’anhu

travel-umroh-haji-online

Dari Amirul Mu’minin Abu Hafsh ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu’anhu. Beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya setiap amal itu hanya akan dinilai dengan niatnya. Dan setiap orang hanya akan dibalas sesuai dengan apa yang dia niatkan. Oleh sebab itu barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin dia capai atau wanita yang ingin dia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan ketika hendak berhijrah.”

[HR. Bukhari dan Muslim, lihat Iqazh al-Himam, hal. 28]

Faidah Hadits Secara Ringkas

Faidah-faidah yang terkandung dalam hadits ini antara lain:

  1. Tidak ada amal kecuali pasti dibarengi dengan niat
  2. Amal dinilai dengan pertimbangan niat yang menyertainya
  3. Pahala yang akan diraih oleh orang yang melakukan amal sesuai dengan niatnya
  4. Seorang yang berilmu/pengajar hendaknya memberikan perumpamaan/gambaran konkret dalam rangka memberikan penjelasan dan keterangan
  5. Keutamaan amalan hijrah, karena di dalam hadits ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat contoh dengannya
  6. Seorang insan bisa mendapatkan pahala atau tidak karena niat yang dia miliki
  7. Hukum atas perbuatan ditentukan oleh tujuan yang hendak digapai olehnya, sesuatu yang hukum asalnya mubah bisa bernilai pahala jika diniatkan kebaikan
  8. Satu bentuk amal yang sama bisa mendatangkan pahala bagi sebagian orang dan bisa tidak mendatangkan apa-apa bagi sebagian yang lain (lihat Fath al-Qawi al-Matin, dalam Kutub wa Rosa’il ‘Abdil Muhsin Juz 3 hal. 91-92)

Kedudukan Niat

Syaikh as-Sa’di rahimahullah berkata: Sesungguhnya amal-amal itu menjadi berbeda-beda keutamaannya dan akan semakin besar pahalanya sebanding dengan apa-apa yang ada di dalam hati si pelaku amalan, yaitu iman dan keikhlasan…. [lihat Bahjah al-Qulub al-Abrar, dalam al-Majmu’ah al-Kamilah Juz 9 hal. 11]

Kedudukan Hadits Niat

Abdurrahman bin Mahdi rahimahullah berkata: Sudah semestinya bagi siapa pun yang ingin menulis suatu buku untuk memulai tulisan di dalamnya dengan hadits ini, yaitu dalam rangka memberikan peringatan dan nasihat kepada pelajar/penimba ilmu untuk terus meluruskan niat. [lihat Syarh al-Arba’in oleh Imam Ibnu Daqieq al-‘Ied, hal. 10]

Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullah menerangkan, bahwa diantara ulama yang mengawali kitabnya dengan hadits ‘Umar tentang niat ini adalah:

  1. an-Nawawi dalam al-Arba’in
  2. al-Bukhari dalam Sahih-nya
  3. ‘Abdul Ghani al-Maqdisi dalam ‘Umdah al-Ahkam
  4. al-Baghawi dalam kitabnya Mashabih as-Sunnah dan Syarh as-Sunnah
  5. as-Suyuthi dalam al-Jami’ ash-Shaghir (lihat Fath al-Qawi al-Matin, dalam Kutub wa Rosa’il ‘Abdil Muhsin Juz 3 hal. 86)

Masuk Neraka Gara-Gara Niat Yang Tidak Lurus

Dari Sulaiman bin Yasar, dia berkata: Suatu saat, ketika orang-orang mulai bubar meninggalkan majelis Abu Hurairah –radhiyallahu’anhu-, Natil -salah seorang penduduk Syam- (seorang tabi’in yang tinggal di Palestina, pent) berkata kepadanya:

“Wahai Syaikh, tuturkanlah kepada kami suatu hadits yang pernah anda dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Abu Hurairah menjawab, “Baiklah. Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya orang-orang yang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah:

[Yang pertama] Seorang lelaki yang telah berjuang demi mencari mati syahid. Lalu dia dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang sekiranya akan diperolehnya, sehingga dia pun bisa mengenalinya. Allah bertanya kepadanya, “Apa yang telah kamu lakukan untuk mendapatkan itu semua?”. Dia menjawab, “Aku berperang di jalan-Mu sampai aku menemui mati syahid.” Allah menimpali jawabannya, “Kamu dusta. Sebenarnya kamu berperang agar disebut-sebut sebagai pemberani, dan sebutan itu telah kamu peroleh di dunia.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup di atas wajahnya hingga dia dilemparkan ke dalam api neraka.

[Yang kedua] Seorang lelaki yang menimba ilmu dan mengajarkannya serta pandai membaca/menghafal al-Qur’an. Lalu dia dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang sekiranya akan diperolehnya, sehingga dia pun bisa mengenalinya. Allah bertanya kepadanya, “Apa yang telah kamu lakukan untuk mendapatkan itu semua?”. Dia menjawab, “Aku menimba ilmu dan mengajarkannya serta aku membaca/menghafal al-Qur’an di jalan-Mu.” Allah menimpali jawabannya, “Kamu dusta. Sebenarnya kamu menimba ilmu agar disebut-sebut sebagai orang alim, dan kamu membaca al-Qur’an agar disebut sebagai qari’. Dan sebutan itu telah kamu dapatkan di dunia.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam api neraka.

[Yang ketiga] Seorang lelaki yang diberi kelapangan oleh Allah serta mendapatkan karunia berupa segala macam bentuk harta. Lalu dia dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang sekiranya akan diperolehnya, sehingga dia pun bisa mengenalinya. Allah bertanya kepadanya, “Apa yang telah kamu lakukan untuk mendapatkan itu semua?”. Dia menjawab, “Tidak ada satupun kesempatan yang Engkau cintai agar hamba-Mu berinfak padanya melainkan aku telah berinfak padanya untuk mencari ridha-Mu.” Allah menimpali jawabannya, “Kamu dusta. Sesungguhnya kamu berinfak hanya demi mendapatkan sebutan sebagai orang yang dermawan. Dan sebutan itu telah kamu dapatkan di dunia.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup di atas wajahnya hingga dia dilemparkan ke dalam api neraka.”

(HR. Muslim [1903]). Ya Allah, karuniakanlah kepada kami keikhlasan

Discussion

One thought on “Belajar Niat Dari Hadits ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu’anhu

  1. Reblogged this on AL KHANSA'.

    Posted by Al Khansa | September 16, 2013, 12:57 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: