//
you're reading...
Telaah

Majelis Nabi: Sebuah Ujian dan Ketawadhu’an

0848319e-3bb4-4a41-801e-87d05ebcf78b_3

Imam Bukhari rahimahullah menuturkan:

Khalid bin Makhlad menuturkan kepada kami. Dia berkata: Sulaiman mengabarkan kepada kami. Dia berkata: Abdullah bin Dinar mengabarkan kepada kami. Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda,

“Sesungguhnya diantara pohon-pohon itu ada sebuah pohon yang tidak berguguran daun-daunnya, dan sesungguhnya ia menjadi sebuah perumpamaan bagi seorang muslim. Katakanlah kepadaku; pohon apakah itu?”.

Dia -Ibnu ‘Umar- berkata, “Maka orang-orang pun berpikir mengenai pohon-pohon yang ada di lembah.” Abdullah -Ibnu ‘Umar- berkata, “Di dalam hatiku terpikir bahwa pohon yang beliau maksud itu adalah kurma. Akan tetapi aku malu mengutarakannya.”

Kemudian mereka -para sahabat- berkata, “Ceritakanlah kepada kami wahai Rasulullah; pohon apakah itu?”. Beliau menjawab, “Itu adalah pohon kurma.”

[lihat Sahih al-Bukhari bersama Fath al-Bari tahqiq Syaibatul Hamdi, Juz 1 hal. 178]

Di dalam riwayat Bukhari dan Muslim pula disebutkan, bahwa Ibnu ‘Umar berkata:

“Terbersit dalam hatiku bahwa pohon itu adalah kurma. Akan tetapi aku melihat Abu Bakar dan Umar tidak berbicara. Maka aku pun tidak mau berbicara.”

Dalam salah satu riwayat Bukhari, Ibnu ‘Umar mengatakan:

“Ternyata ketika itu aku adalah orang yang paling kecil/paling muda, maka aku pun diam.”

[lihat al-Jami’ Baina ash-Shahihain, Juz 1 hal. 124]

Pelajaran Yang Bisa Dipetik

Diantara faidah dan pelajaran yang bisa diambil dari hadits di atas:

  1. Anjuran bagi seorang ‘alim atau guru untuk memberikan pertanyaan atau soal kepada murid-muridnya dalam rangka menguji pemahaman dan memotivasi mereka untuk merenungkan dan berpikir tentang materi yang disampaikan
  2. Hendaknya menghormati dan memuliakan orang-orang yang lebih tua/senior dan tidak banyak berbicara di sisi mereka
  3. Anjuran untuk merasa malu selama hal itu tidak menyebabkan hilangnya suatu kemaslahatan
  4. Bolehnya membuat tebak-tebakan atau teka-teki dengan disertai keterangan atau pemberian ‘kunci jawaban’ atasnya
  5. Bolehnya memberikan perumpamaan demi meningkatkan pemahaman para hadirin
  6. Bisa jadi seorang ‘alim senior terluput darinya sebagian perkara ilmu yang ternyata didapatkan oleh orang yang lebih rendah ilmunya, karena ilmu adalah anugerah dan karunia Allah yang diberikan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya
  7. Hadits ini menunjukkan keutamaan atau keistimewaan pohon kurma. al-Bazzar meriwayatkan hadits dengan sanad sahih dari jalan Sufyan bin Husain dari Abu Bisyr, dari Mujahid dari Ibnu ‘Umar, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan seorang muslim seperti pohon kurma. Apa saja yang datang kepadamu dari pohon itu niscaya memberikan manfaat.”

[lihat ‘Umdah al-Qari oleh Imam al-‘Aini Juz 2 hal. 22]

Perumpamaan Dari Atas Langit

Allah ta’ala bahkan berfirman (yang artinya), “Tidakkah kamu melihat bagaimana Allah memberikan perumpamaan suatu kalimat yang baik seperti pohon yang baik; pokoknya kokoh tertanam sedangkan cabang-cabangnya menjulang di langit.” (QS. Ibrahim: 24)

Syaikh as-Sa’di rahimahullah menafsirkan:

Yang dimaksud ‘pohon yang baik’ itu adalah pohon kurma.

[lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 425]

Di dalam ayat tersebut, Allah memberikan perumpamaan kalimat laa ilaha illallah beserta cabang-cabangnya, laksana pohon kurma. Batang dan pokoknya tertancap kuat di dalam bumi, sedangkan ranting-rantingnya menjulang ke langit serta senantiasa membuahkan banyak manfaat. Demikianlah perumpamaan pohon keimanan dalam hati seorang mukmin; yang berupa ilmu dan keyakinan. Cabang-cabangnya berupa ucapan-ucapan yang baik/dzikir dan amal salih, akhlak yang bagus dan adab yang indah.

[lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 425]

Marilah kita memohon kepada Allah ta’ala ilmu yang bermanfaat, akidah yang lurus, lisan yang yang selalu berdzikir, hati yang khusyu’ dan bersih, amalan yang diterima dan diberkahi, dan akhlak dan adab yang mulia.

Allahumma aati nafsii taqwaahaa, wa zakkihaa, anta Khairu man zakkaahaa. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: