//
you're reading...
Kisah Salaf

Majelis Ibrah: Tidak Perlu Digubris!

jalan raya super awesome18

‘Abbaas al-Anbari rahimahullah berkata:

Suatu saat aku berjalan bersama Abu Abdillah -Imam Ahmad- di Bashrah. Ketika itu aku mendengar ada seorang lelaki berkata kepada lelaki yang lain, “Wahai anak pelacur!!” Lantas lelaki yang satunya membalas, “Wahai anak pelacur!!”

Aku pun berhenti sejenak. Sedangkan Abu Abdillah terus berlalu. Kemudian beliau menoleh ke arahku seraya berkata, “Wahai Abul Fadhl, teruslah berjalan?” Aku pun berkata, “Kita telah mendengar -ucapan mungkar itu- dan wajib atas kita -untuk menasihati-!!”

Beliau -Imam Ahmad- menjawab, “Teruslah lewat, ini bukan termasuk dalam perkara itu.”

[lihat al-Amru bil Ma’ruf wa an-Nahyu ‘anil Munkar oleh al-Khallal, hal. 37]

Imam al-Khallal rahimahullah memberi judul riwayat di atas dengan judul bab:

Kelapangan yang diberikan bagi seseorang dalam meninggalkan amar ma’ruf dan nahi mungkar tatkala dia melihat/bertemu dengan orang-orang yang dungu/sufahaa’.

[lihat al-Amru bil Ma’ruf wa an-Nahyu ‘anil Munkar oleh al-Khallal, hal. 37]

NB; Dalam kasus seperti ini yang wajib adalah cukup mengingkari kemungkaran dengan hati. Adapun dengan lisan maka tidak perlu karena pada dasarnya mereka yang bertengkar adalah termasuk kalangan orang-orang yang safih/dungu. Allahu a’lam.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: