//
you're reading...
Nasehat

Mutiara Hikmah Ulama Salaf [Bagian 50]

Sozinho___Alone_Wallpaper_by_bandeirante

Menyembunyikan Ilmu dan Menyembunyikan Amal

[521] Sebagian orang bijak berkata, “Menyembunyikan ilmu adalah kebinasaan, sedangkan menyembunyikan amalan adalah keselamatan.” (lihat al-Istidzkar, Jilid 5 hal. 330)

Patut Dicurigai

[522] Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma berkata, “Adalah kami -para sahabat- dahulu jika tidak mendapati seseorang pada kedua sholat ini, maka kami pun menaruh prasangka jelek terhadapnya; yaitu sholat ‘Isyak dan Subuh.” (lihat al-Istidzkar, Jilid 5 hal. 332)

Sebab Terangkatnya Azab

[523] Syaddad bin Aus radhiyallahu’anhu berkata, “Barangsiapa yang ingin menjadi golongan orang-orang yang diangkat dari mereka azab diantara penduduk bumi maka hendaklah dia menjaga kedua sholat ini secara berjama’ah, yaitu sholat ‘Isyak dan sholat Subuh.” (lihat al-Istidzkar, Jilid 5 hal. 332)

Keutamaan Sholat Subuh Berjama’ah

[524] ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu’anhu berkata, “Sungguh apabila aku hadir sholat Subuh dengan berjama’ah jauh lebih aku sukai daripada sholat [sunnah] semalam suntuk.” (lihat al-Istidzkar, Jilid 5 hal. 337)

Hukum Menentang Kewajiban Sholat

[525] Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata, “Kaum muslimin telah sepakat bahwasanya barangsiapa yang menentang kewajiban sholat maka dia adalah orang yang kafir dan layak dihukum bunuh apabila dia tidak bertaubat dari kekafirannya itu.” (lihat al-Istidzkar, Jilid 5 hal. 341)

Akibat Tidak Sholat

[526] Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, “Orang yang tidak mengerjakan sholat maka dia sudah tidak punya agama.” (lihat al-Istidzkar, Jilid 5 hal. 343)

[527] Imam Malik rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan membenarkan segenap para rasul namun dia tidak mau mengerjakan sholat maka dia layak untuk dijatuhi hukuman bunuh.” (lihat al-Istidzkar, Jilid 5 hal. 346)

Apabila Makmumnya Seorang Perempuan

[528] Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata, “Para ulama juga bersepakat bahwasanya barangsiapa [lelaki] yang sholat menjadi imam untuk seorang perempuan, maka perempuan itu tidak boleh berdiri kecuali di belakangnya. Dia tidak boleh berdiri di samping kanannya, berbeda halnya dengan [sesama] lelaki…” (lihat al-Istidzkar, Jilid 5 hal. 378)

Obat dan Penyakit

[529] Qatadah rahimahullah berkata, “Sesungguhnya al-Qur’an ini menunjukkan kepada kalian tentang penyakit dan obat bagi kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa-dosa, sedangkan obatnya adalah istighfar.” (lihat Tazkiyat an-Nufus, hal. 52)

Nasihat Untuk Menjaga Lisan

[530] Di dalam al-Adzkar, Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Ketahuilah, semestinya bagi setiap mukallaf/orang yang telah terkenan beban syariat untuk menjaga lisannya dari segala ucapan kecuali ucapan-ucapan yang tampak jelas kemaslahatannya. Apabila ternyata setara antara kemaslahatan berbicara atau tidak berbicara, maka yang dianjurkan adalah menahan diri darinya. Sebab bisa jadi ucapan-ucapan yang pada dasarnya mubah menyeret kepada ucapan yang haram atau makruh. Bahkan hal semacam ini banyak terjadi dan lebih dominan dalam kebiasaan -sebagian orang-. Padahal keselamatan diri -dari bahaya lisan- adalah sebuah perkara yang tidak bisa dinilai dengan sesuatu apapun.” (lihat al-Fitnah wa Aatsaruha al-Mudammirah, hal. 302)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: