//
you're reading...
Nasehat

Mutiara Hikmah Ulama Salaf [Bagian 52]

images (2)

Keagungan Ilmu Tafsir

[541] ‘Ubaidullah bin ‘Umar rahimahullah berkata, “Sungguh, aku telah bertemu dengan para fuqaha Madinah. Mereka benar-benar menganggap besar pembicaraan tentang tafsir. Diantara mereka yaitu Salim bin Abdullah, al-Qasim bin Muhammad, Sa’id bin al-Musayyab, dan Nafi’.” (lihat al-Muqaddimat al-Asasiyah fi ‘Ulum al-Qur’an, hal. 289)

[542] Masruq bin al-Ajda’ rahimahullah berkata, “Berhati-hatilah kalian terhadap tafsir, karena sesungguhnya ia merupakan periwayatan dari Allah ‘azza wa jalla.” (lihat al-Muqaddimat al-Asasiyah fi ‘Ulum al-Qur’an, hal. 289)

Berlindung Dari Fitnah Yang Menyesatkan

[543] Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, “Tidaklah seorang pun diantara kalian melainkan pada dirinya juga terkandung fitnah. Oleh sebab itu barangsiapa diantara kalian yang berdoa meminta perlindungan/isti’adzah, maka hendaklah dia berdoa agar dilindungi dari fitnah-fitnah yang menyesatkan.” (lihat Fiqh al-Fitan, hal. 58)

Berbicara Dengan Melihat Kondisi Pendengar

[544] Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu berkata, “Betuturlah kepada orang-orang dengan hal-hal yang mereka kenali. Apakah kalian suka apabila Allah dan Rasul-Nya didustakan?!” (lihat Fiqh al-Fitan, hal. 70)

Pentingnya Sanad

[545] Ibnu Sirin rahimahullah berkata, “Dahulu pada masa-masa awal [salaf] mereka tidak menanyakan perihal sanad. Akan tetapi setelah terjadinya fitnah/kekacauan, maka mereka pun menanyakan tentang sanad. Agar mereka bisa mengambil haditsnya Ahlus Sunnah dan meninggalkan haditsnya ahli bid’ah.” (lihat Fiqh al-Fitan, hal. 73)

Suatu Lembah Di Neraka Jahannam

[546] ‘Atho’ bin Yasar rahimahullah berkata, “Wail adalah nama sebuah lembah di Jahannam. Seandainya gunung-gunung diperjalankan di atasnya niscaya ia akan mencair karena saking panasnya lembah itu.” (lihat Fawa’id Abi Muhammad al-Fakihi, hal. 124)

Perbedaan Yang Amat Jauh

[547] ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu’anhu berkata di dalam khutbahnya di hadapan penduduk Mesir, “Sungguh betapa jauhnya jalan dan gaya hidup kalian dengan jalan dan gaya hidup Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun beliau, maka beliau adalah orang yang paling zuhud dalam urusan dunia, sedangkan kalian adalah orang-orang yang paling gandrung kepadanya.” (lihat Fawa’id Abi Muhammad al-Fakihi, hal. 127)

Lebih Baik Menjadi Abu

[548] Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhu berkata, “Sungguh apabila seseorang menjadi abu dan ditaburkan itu jauh lebih baik daripada dengan sengaja lewat di hadapan orang yang sedang mengerjakan sholat.” (lihat Fawa’id Abi Muhammad al-Fakihi, hal. 137)

Hukuman Atas Kezaliman

[549] Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma berkata, “Seandainya ada gunung yang melakukan baghyu/kezaliman terhadap gunung yang lain niscaya Allah ‘azza wa jalla akan meluluhlantakkan gunung yang berbuat aniaya itu hingga rata dengan tanah.” (lihat Dzamm al-Baghyi, hal. 54)

Ruh Ibadah

[550] Dalam Madarijus Salikin, Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Ruh ibadah itu adalah pengagungan dan kecintaan. Apabila salah satunya tidak diiringi dengan pasangannya maka ibadah itu akan menjadi rusak/melenceng.” (lihat Syarh Manhaj al-Haq, hal. 18)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: