//
you're reading...
Informasi, Kitab Ulama

Mengenal Kumpulan Kitab Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad

images (1)

Judul Kitab: Kutub wa Rasa’il Abdil Muhsin bin Hamd al-‘Abbad al-Badr

Penulis: Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullah

Penerbit: Dar at-Tauhid li an-Nasyr, Riyadh

Tahun Terbit: Cetakan Ke-1, 1428 H

Jumlah Jilid: 8 Jilid

Jumlah Kitab dan Risalah: 44 Judul

Jilid Pertama: Seputar al-Qur’an al-Karim

Jumlah Halaman: 345 Halaman

Isi: Mukadimah, Tentang Penulis, Ayat-Ayat Yang Serupa Lafalnya, Min Kunuz al-Qur’an

Jilid Kedua: Seputar Hadits, Bagian Pertama

Jumlah Halaman: 583 Halaman

Isi: ‘Isyruna Haditsan min Shahih al-Bukhari, ‘Isyruna Haditsan min Shahih Muslim

Jilid Ketiga: Seputar Hadits, Bagian Kedua

Jumlah Halaman: 518 Halaman

Isi: Syarh Hadits Jibril, Fathul Qawil Matin, Kaifa Nastafidu minal Kutubil Haditsiyah, Ijtina’ ats-Tsamar fi Mushtholah, Dirasat Hadits Nadhdhara Allahu imra’an…

Jilid Keempat: Seputar Aqidah

Jumlah Halaman: 455 Halaman

Isi: Qathful Jana ad-Dani, Aqidah Ahlis Sunnah fi ash-Shahabah, at-Tahdzir min Ta’zhim al-Aatsar Ghairil Masyru’ah, al-Hatsts ‘ala Ittiba’ as-Sunnah, Aqidah Ahlis Sunnah fil Mahdi, Muqaddimah wa Ta’liqat ‘ala Tath-hir al-I’tiqad

Jilid Kelima: Seputar Fikih

Jumlah Halaman: 340 Halaman

Isi: Ahammiyah ‘Inayah bi at-Tafsir wal Hadits, wal Fiqh, Manhaj Syaikhil Islam Muhammad ibn Abdil Wahhab fi at-Ta’lif, Syarh Syuruth ash-Sholah wa Arkaniha, Syarh Kitab Aadab al-Mas-yi ila ash-Sholah

Jilid Keenam: Akhlak, Keutamaan, Nasihat, Adab, Biografi

Jumlah Halaman: 502 Halaman

Isi: Min Akhlaq ar-Rasul, Fadhlu ash-Sholah ‘ala an-Nabiy, Fadhlu Ahlil Bait, Fadhlul Madinah, Tsalatsu Kalimatin fil Ikhlas wal Ihsan, Atsarul ‘Ibadat fi Hayatil Muslim, al-‘Ibrah fi Syahri ash-Shaum, Min Fadha’il al-Hajj, Bi Ayyi ‘Aqlin wa Diinin, Badzlu an-Nush-hi wa at-Tadzkir, Rifqan Ahlas Sunnah, al-‘Adlu fi Syari’ah al-Islam, Kaifa Yu’addi al-Muwazhzhaf al-Amanah, Min Aqwal al-Munshifin, ‘Alim Jihbidz, asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz, asy-Syaikh Muhammad ibn Utsaimin, asy-Syaikh ‘Umar Muhammad Falatah

Jilid Ketujuh: Seputar Bantahan

Jumlah Halaman: 649 Halaman

Isi: A Ghuluwwun fi Ba’dhil Qarabah, al-Intishar li ash-Shahabah, al-Intishar li Ahlis Sunnah, ad-Difa’ ‘anish Shahabiy Abi Bakrah, ar-Radd ‘ala ar-Rifa’i wa al-Buthi, ar-Radd ‘ala Man Kadzdzaba bil Ahadits ash-Shahihah

Jilid Kedelapan: Faidah Dari Fath al-Bari dan Kitab-Kitab Lain

Jumlah Halaman: 431 Halaman

Isi: Faidah-faidah yang disarikan dari Fath al-Bari dan kitab-kitab lain

Gambar Sampul Kitab

images

Link Halaman Download: http://www.islamhouse.com/410745/ar/ar/books/

atau via link berikut: http://www.waqfeya.com/book.php?bid=7670

Sekilas Mengenal Penulis

Sekilas tentang aktifitas Syaikh Abdul Muhsin:

  • Beliau hafizhahullah mengajar di Universitas Islam Madinah selama 46 tahun
  • Beliau mengajar secara rutin di Masjid Nabawi sejak bulan Muharram tahun 1406 H

[lihat Kutub wa Rasa’il, Jilid 1 hal. 7-8]

Sekilas Keutamaan Ilmu dan Ulama

[1] Ibnul Qayyim rahimahullah menerangkan, bahwa jihad itu ada dua macam; jihad dengan tangan dan pedang, dan jihad dengan hujjah/dalil dan keterangan/ilmu. Jenis jihad yang pertama bisa dilakukan oleh banyak kalangan. Adapun jihad yang kedua hanya bisa ditegakkan oleh orang-orang khusus diantara pengikut rasul; inilah jihadnya pada imam/ulama dan seutama-utama jihad diantara keduanya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), ”Dan berjihadlah melawan mereka dengan hal itu, sebagai suatu jihad yang agung.” (QS. Al-Furqan: 52). Ayat ini turun di Mekah, oleh sebab itu para ulama menafsirkan ‘berjihad dengan hal itu’ di dalam ayat ini maknanya ‘berjihad dengan al-Qur’an’. Inilah bentuk jihad terhadap orang kafir dan juga kaum munafikin. Dan sebagaimana telah dimaklumi bahwa berjihad melawan kaum munafik adalah dengan hujjah dan al-Qur’an. Demikian keterangan beliau secara ringkas (lihat Miftah Daar as-Sa’aadah [1/271])

[2] Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan orang-orang yang diberikan ilmu itu melihat bahwasanya apa yang diturunkan dari Rabbmu kepadamu itulah kebenaran.” (QS. Saba’: 6). Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang berilmu itulah yang bisa melihat kebenaran yaitu pada apa-apa yang diturunkan Allah, dan ini sekaligus menjadi sebuah sanjungan dan pujian bagi orang-orang yang dikaruniai ilmu oleh Allah (lihat Miftah Daar as-Sa’aadah [1/222])

[3] Ibnul Qayyim rahimahullah juga menjelaskan, bahwa iman memiliki dua rukun; pertama, mengetahui ajaran yang dibawa oleh rasul dan memiliki ilmu tentangnya dan yang kedua adalah membenarkan hal itu dengan ucapan dan amalan. Pembenaran tanpa ilmu dan pemahaman jelas sesuatu yang mustahil. Sebab membenarkan adalah bagian dari konsekuensi pemahaman terhadap sesuatu. Oleh sebab itu kedudukan ilmu bagi iman laksana ruh di dalam jasad. Pohon keimanan tidaklah akan tegak tanpa pokok ilmu dan pemahaman (lihat Miftah Daar as-Sa’aadah [1/299])

[4] Ibnul Qayyim rahimahullah menerangkan, bahwa ilmu adalah pemimpin atas amal dan pengendali atasnya. Adapun amal adalah pengikutnya. Setiap amal yang tidak berjalan mengikuti ilmu tidak akan memberikan manfaat bagi pelakunya. Bahkan amal semacam itu justru membahayakan dirinya. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian salaf, “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka apa yang dia rusak jauh lebih banyak daripada apa-apa yang dia perbaiki.” (lihat Miftah Daar as-Sa’aadah [1/302-303])

[5] Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, bahwa kemuliaan suatu ilmu bergantung pada kemuliaan objek yang dipelajari. Dengan demikian, tidaklah diragukan bahwa ilmu tentang Allah, nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan-perbuatan-Nya merupakan ilmu yang paling utama dan paling mulia. Inilah pokok dan sumber segala ilmu. Barangsiapa yang mengenal Allah niscaya dia akan mengenali apa-apa selain-Nya. Barangsiapa yang bodoh/tidak mengenali Rabbnya maka tentu terhadap apa-apa selain-Nya dia jauh lebih tidak mengerti/bodoh (lihat Miftah Daar as-Sa’aadah [1/311-312])

Mutiara Hikmah

[1] Imam al-Ajurri meriwayatkan dengan sanadnya dari al-Hasan, bahwa Abud Darda’ radhiyallahu’anhu berkata, “Perumpamaan ulama di tengah umat manusia bagaikan bintang-bintang di langit yang menjadi penunjuk arah bagi manusia.” (lihat Akhlaq al-‘Ulama, hal. 29)

[2] al-Hasan rahimahullah mengatakan, “Kalau bukan karena keberadaan para ulama niscaya keadaan umat manusia tidak ada bedanya dengan binatang.” (lihat Mukhtashar Minhaj al-Qashidin, hal. 15)

[3] Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata kepada para sahabatnya, “Sesungguhnya kalian sekarang ini berada di masa para ulamanya masih banyak dan tukang ceramahnya sedikit. Dan akan datang suatu masa setelah kalian dimana tukang ceramahnya banyak namun ulamanya amat sedikit.” (lihat Qowa’id fi at-Ta’amul ma’al ‘Ulama, hal. 40)

[4] Imam Abu Hanifah rahimahullah berkata, “Menceritakan tentang keadaan para ulama dan menyebutkan kebaikan-kebaikan mereka lebih aku sukai daripada banyak membicarakan fikih [ilmu], karena dengan membaca kisah mereka kita akan mengetahui adab serta akhlak mereka.” (lihat Shalahul Ummah fi ‘Uluwwil Himmah [1/109])

[5] Ibrahim bin Ad-ham rahimahullah berkata, “Adalah para ulama dahulu apabila telah berilmu maka mereka pun mengamalkan ilmunya. Apabila mereka telah beramal, mereka pun disibukkan dengannya. Kalau mereka telah sibuk dengannya mereka pun lenyap. Apabila mereka telah lenyap maka mereka pun dicari. Dan apabila mereka dicari maka mereka pun lari.” (lihat Shalahul Ummah fi ‘Uluwwil Himmah [1/106])

[6] Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah mengatakan, “Umat manusia jauh lebih membutuhkan ilmu daripada kebutuhan mereka terhadap makanan dan minuman; sebab makanan dan minuman diperlukan dalam sehari sekali atau dua kali. Adapun ilmu, ia dibutuhkan sepanjang waktu.” (lihat al-‘Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 91)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: