//
you're reading...
Nasehat

Kematian, Pasti Menjumpai Dirimu!

Death pathway

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Sesungguhnya kematian yang kalian berusaha lari darinya pasti menemui kalian. Kemudian kalian akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui perkara ghaib maupun perkara yang tampak lalu Allah akan mengabarkan kepada kalian apa saja yang telah kalian kerjakan.” (QS. al-Jumu’ah: 8)

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Setiap jiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya balasan atas kalian akan disempurnakan kelak pada hari kiamat. Barangsiapa yang diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh dia telah beruntung. Tidaklah kehidupan dunia itu melainkan kesenangan yang menipu.” (QS. Ali ‘Imran: 185)

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan [kebahagiaan] akherat di sisi Rabbmu itu adalah diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. az-Zukhruf: 35)

Sa’id bin Jubair rahimahullah berkata, “Seandainya mengingat kematian berpisah dari hatiku maka aku benar-benar khawatir hatiku menjadi rusak.” (lihat Min A’lam as-Salaf [1/70])

Tsabit al-Bunani rahimahullah berkata, “Beruntunglah orang yang mengingat saat datangnya kematian. Sebab tidaklah seorang hamba memperbanyak mengingat kematian kecuali akan tampak pengaruh baik hal itu bagi amalnya.” (lihat Aina Nahnu min Ha’ulaa’i, hal. 23-24)

Ibnu Abdi Rabbihi berkata kepada Mak-hul, “Apakah kamu mencintai surga?”. Maka beliau menjawab, “Siapa sih yang tidak mencintai surga.” Ibnu Abdi Rabbihi pun berkata, “Kalau begitu cintailah kematian, karena kamu tidak akan melihat surga kecuali apabila kamu telah mengalami kematian.” (lihat Aina Nahnu min Ha’ulaa’i, hal. 41)

Suatu hari, Hasan al-Bashri rahimahullah bertanya kepada ibunya, “Wahai ibunda, apakah engkau senang apabila berjumpa dengan Allah ta’ala?”. Maka dia menjawab, “Tidak, sebab aku telah berbuat durhaka kepada-Nya.” (lihat Aina Nahnu min Ha’ulaa’i, hal. 44)

Abu Sulaiman ad-Darani rahimahullah berkata: Aku berkata kepada Ummu Harun seorang wanita ahli ibadah, “Apakah anda menyukai kematian?”. Dia berkata, “Tidak.” Aku katakan, “Mengapa?”. Dia menjawab, “Seandainya kamu berbuat durhaka kepada seorang makhluk pastilah kamu tidak senang bertemu dengannya. Lantas bagaimana lagi jika kepada al-Khaliq [Allah] jalla jalaaluhu.” (lihat Aina Nahnu min Haa’ulaa’i, hal. 69) 

Abud Darda’ radhiyallahu’anhu berkata, “Apabila disebutkan mengenai orang-orang yang sudah mati, maka anggaplah dirimu termasuk salah seorang diantara mereka.” (lihat Aina Nahnu min Ha’ulaa’i, hal. 68)

‘Imran al-Khayyath rahimahullah berkata: Kami menemui Ibrahim an-Nakha’i untuk menjenguk beliau, sementara beliau sedang menangis. Maka kami pun bertanya kepadanya, “Wahai Abu ‘Imran, apa yang membuat anda menangis?” Beliau menjawab, “Aku sedang menunggu malaikat maut; aku tidak tahu apakah dia akan memberikan kabar gembira kepadaku dengan surga ataukah neraka.” (lihat Aina Nahnu min Ha’ulaa’i, hal. 77)

al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Masuk ke dunia ini adalah perkara yang ringan. Akan tetapi keluar darinya -dengan sukses- adalah perkara yang berat.” (lihat Aina Nahnu min Ha’ulaa’i, hal. 94)

Dikisahkan bahwa Muhammad bin al-Munkadir rahimahullah menangis sejadi-jadinya menjelang kematiannya. Lalu ada orang yang bertanya kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?”. Maka beliau mengangkat pandangan matanya ke langit seraya berkata, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah memerintah dan melarang kepadaku lalu aku justru berbuat durhaka. Jika Engkau mengampuni [diriku] sungguh Engkau telah memberikan anugerah [kepadaku]. Dan apabila Engkau menghukum [aku], sungguh Engkau tidak melakukan kezaliman [kepadaku].” (lihat Aina Nahnu min Haa’ulaa’i, hal. 94)

Ketika [khalifah] Abdul Malik bin Marwan hendak menjumpai saat-saat kematiannya, beliau pun berkata, “Demi Allah, aku berangan-angan seandainya aku hanyalah seorang budak milik seorang lelaki dari Tihamah yang menggembalakan kambing-kambing kecil di bukit-bukit dan tidak menjadi penguasa.” (lihat Aina  Nahnu min Haa’ulaa’i, hal. 73)

Habib Abu Muhammad rahimahullah berkata, “Salah satu tanda kebahagiaan bagi seorang hamba adalah apabila dia mati maka ikut mati pula dosa-dosanya.” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa’, hal. 361)

Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata, “Orang-orang itu tertidur [baca; tenggelam dalam kelalaian, pent], maka apabila mereka telah meninggal, barulah mereka tersadar.” (lihat mukadimah Kitab az-Zuhd Mu’afa bin ‘Imran, hal. 60)

Ada yang bertanya kepada Muhammad bin Wasi’ rahimahullah, “Bagaimana keadaanmu pagi ini?”. Maka beliau menjawab, “Bagaimanakah menurutmu mengenai orang yang menempuh perjalanan setiap hari melalui tahapan-tahapan menuju akhirat.” (lihat Aina Nahnu min Haa’ulaa’i [2/27])

Sebagian orang arif berkata, “Bagaimana bisa merasakan kegembiraan dengan dunia, orang yang perjalanan harinya menghancurkan bulannya, dan perjalanan bulan demi bulan menghancurkan tahun yang dilaluinya, serta perjalanan tahun demi tahun yang menghancurkan seluruh umurnya. Bagaimana bisa merasa gembira, orang yang umurnya menuntun dirinya menuju ajal, dan masa hidupnya menggiring dirinya menuju kematian.” (lihat Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, hal. 483)  

Imam Ahmad meriwayatkan dari Umar bin al-Khaththab radhiyallahu’anhu, beliau berpesan, “Hisablah diri kalian sebelum kelak kalian dihisab -di hari kiamat-. Timbanglah amal-amal kalian sebelum kelak -amal- kalian ditimbang. Karena itu akan lebih ringan di timbangan kalian esok -di akherat- dengan kalian menghisab diri kalian pada hari ini -di dunia-. Hiasilah diri kalian -dengan takwa- untuk menyambut hari persidangan yang besar, yang pada hari itu kalian akan disidang dan tiada satu perkarapun yang tersembunyi dari kalian.” (lihat Ighatsat al-Lahfan, hal. 106)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: