//
you're reading...
Kisah Salaf

Tangisan Abu Bakar ash-Shiddiq

The_Great_Sea

Imam Bukhari rahimahullah menuturkan di dalam Sahih-nya, dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu’anhu. Beliau berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berceramah di hadapan orang-orang. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah tabaraka wa ta’ala telah memberikan pilihan kepada seorang hamba antara dunia dengan apa yang ada di sisi-Nya.”

“Lalu hamba itu lebih memilih apa yang ada di sisi Allah.”

Abu Sa’id berkata: Maka Abu Bakar pun menangis. Kami pun keheranan akan menangisnya beliau ketika dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai seorang hamba yang diberikan pilihan.

Ternyata yang dimaksud ‘hamba yang diberi pilihan’ itu adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan Abu Bakar lah orang yang paling berillmu diantara kami.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya diantara manusia yang paling berjasa kepadaku dengan jalinan persahabatan dan bantuan hartanya adalah Abu Bakar.”

“Kalaulah aku boleh untuk mengangkat seorang Khalil [kekasih tercinta] selain Rabb-ku niscaya Abu Bakar lah yang akan aku pilih. Akan tetapi jalinan ukhuwah Islam dan kecintaan di dalamnya. Janganlah tersisa satu pun pintu kecil -di dinding masjid, pent- kecuali hendaknya ditutup, kecuali pintu Abu Bakar.”

[lihat Sahih al-Bukhari bersama Fath al-Bari, tahqiq Syaibatul Hamdi Juz 7 hal. 15]

 

Faidah Hadits:

Hadits ini menunjukkan keutamaan yang sangat jelas pada diri Abu Bakar radhiyallahu’anhu. Beliau adalah sahabat yang terbaik dan paling berilmu diantara mereka.

Hadits ini juga menunjukkan bahwa kedalaman ilmu yang dimiliki para ulama itu bertingkat-tingkat. Orang yang lebih tinggi pemahamannya maka layak untuk disebut lebih berilmu.

Hadits ini mengandung dorongan untuk lebih memilih keutamaan di akhirat daripada apa-apa yang ada di dunia. Sebagaimana Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lebih memilih bertemu dengan Allah daripada tetap hidup di dunia.

Hadits ini menunjukkan hendaknya memberikan apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada orang yang telah berbuat baik dengan memberikan pujian dan sanjungan untuknya. Sebagaimana yang dilakukan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap Abu Bakar.

Demikian diantara faidah hadits ini, sebagaimana dituturkan Imam Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fath al-Bari dengan sedikit tambahan [lihat Fath al-Bari, Juz 7 hal. 19]

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: