//
you're reading...
Tanya Jawab

Tanya Jawab Seputar Tauhid [2]

166705_167820930036191_1124435511_n

Bismillah.

Berikut ini kembali kami hadirkan lanjutan pembahasan tanya jawab seputar tauhid. Semoga bisa menjadi ilmu yang bermanfaat.

Pertanyaan 10 :

Apa kaitan antara tauhid rububiyah dengan tauhid uluhiyah?

Jawab :

Tauhid rububiyah -yaitu keyakinan bahwa Allah satu-satunya pencipta dan pemelihara alam- adalah dalil/landasan hukum untuk menetapkan kewajiban tauhid uluhiyah. Artinya, barangsiapa yang telah mengakui keesaan Allah dalam hal rububiyah, maka wajib pula baginya untuk mengesakan Allah dalam hal ibadah [tauhid uluhiyah].

Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh firman Allah (yang artinya), “Wahai umat manusia, sembahlah Rabb kalian; yaitu yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian…” (QS. al-Baqarah : 21). Para ulama mengatakan bahwa ayat ini merupakan salah satu contoh dalil yang menunjukkan bahwasanya tauhid rububiyah adalah dalil atas tauhid uluhiyah.

Pertanyaan 11 :

Mengapa para ulama dan da’i Islam sangat memperhatikan masalah tauhid?

Jawab :

Hal ini disebabkan kedudukan dan urgensi tauhid di dalam kehidupan yang sangat agung. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa tauhid adalah hikmah/tujuan penciptaan jin dan manusia, tauhid juga menjadi muatan pokok dakwah segenap rasul kepada kaumnya, tauhid pula yang menjadi sebab kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Karena sebab-sebab itulah -dan sebab-sebab lainnya yang sangat banyak- mereka memprioritaskan dakwah tauhid.

Pertanyaan 12 :

Dari mana kita bisa mengetahui bahwa tauhid merupakan tujuan penciptaan jin dan manusia?

Jawab :

Dari firman Allah (yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat: 56).

Para ulama tafsir kita -diantaranya Sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma– menyebutkan tafsiran bahwa setiap kata ‘ibadah’ yang disebutkan di dalam ayat, maka itu maksudnya adalah tauhid. Artinya, tujuan Allah menciptakan jin  dan manusia adalah supaya mereka mentauhidkan-Nya.

Pertanyaan 13 :

Dari mana kita bisa mengetahui bahwa tauhid merupakan muatan pokok dakwah segenap rasul?

Jawab :

Dari firman Allah (yang artinya), “Sungguh telah Kami utus kepada setiap umat, seorang rasul [yang menyerukan] ; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (QS. an-Nahl: 36)

Ayat ini menunjukkan bahwa tauhid -yaitu beribadah kepada Allah saja dan meninggalkan thaghut/sesembahan selain-Nya- adalah misi dakwah setiap rasul.

Ayat-ayat yang mengisahkan perjuangan dakwah mereka pun menunjukkan kepada kita betapa besar perhatian mereka terhadap masalah tauhid. Sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Yusuf ‘alaihis salam ketika mendakwahi kedua orang temannya di dalam penjara. Demikian pula apa yang diwasiatkan oleh Nabi Ya’qub ‘alaihis salam kepada anak-anaknya menjelang wafatnya.

Ini semua menunjukkan, bahwa menjadikan tauhid sebagai prioritas utama dalam hal dakwah merupakan manhaj/jalan yang ditempuh oleh para rasul ‘alaihimush sholatu was salam.

Pertanyaan 14 :

Bisakah anda tunjukkan suatu ayat di dalam al-Qur’an yang menunjukkan betapa pentingnya tauhid dalam kehidupan kita sehari-hari?

Jawab :

Ayat yang menunjukkan betapa pentingnya tauhid dalam kehidupan diantaranya adalah apa yang selalu kita baca dalam surat al-Fatihah ketika kita sedang sholat. Yaitu ayat yang bunyinya ‘Iyyaka na’budu wa Iyyaka nasta’in’ artinya: “Hanya kepada-Mu [Ya Allah] kami beribadah, dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.”

Ayat ini mengandung faidah bahwa segala bentuk ibadah hanya boleh dipersembahkan kepada Allah. Apakah ibadah itu berupa doa, nadzar, sembelihan, maupun istighotsah. Tidak boleh dipersekutukan dengan Allah sesuatu apapun dalam beribadah. Inilah hakikat dari tauhid.

Wajibnya kita membaca surat al-Fatihah [rukun di dalam sholat], yang di dalamnya terkandung ayat yang mulia ini merupakan tanda yang menunjukkan betapa agungnya kandungan surat ini, terutama ayat ini yang disebut oleh para ulama salaf sebagai ‘rahasia dari al-Qur’an’, sebagaimana dinukil oleh Imam Ibnu Katsir rahimahullah di dalam kitab Tafsir beliau.

Pertanyaan 15 :

Sebagai penutup untuk perjumpaan kita kali ini, bisakah anda sebutkan kepada kami beberapa faidah tauhid secara ringkas?

Jawab :

Tauhid memiliki banyak sekali faidah dan manfaat, diantaranya adalah :

  • Tauhid adalah kunci surga
  • Tauhid adalah sebab/syarat diterimanya amalan
  • Tauhid adalah sebab datangnya keamanan dan hidayah
  • Tauhid adalah sebab selamat dari godaan dan tipu daya setan
  • Tauhid adalah motivasi untuk beramal salih
  • Tauhid adalah sebab utama untuk diampuninya dosa-dosa

Demikian seri tanya jawab yang bisa kami sajikan dalam kesempatan yang berbahagia ini. Tidak lupa kami ucapkan jazakumullahu khairan kepada antum yang sudi membaca tulisan ini dan ikut menyebarkannya, semoga bisa menjadi penambah dalam timbangan amal kita.

Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Blog : https://terjemahkitabsalaf.wordpress.com/

 

 

 

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: