//
you're reading...
Nasehat

Merindukan Ramadhan [Bagian 1]

Persiapan-Menjelang-Ramadhan

Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah.

Amma ba’du.

Imam Bukhari rahimahullah membuat bab di dalam sahihnya dengan judul ‘ilmu sebelum perkataan dan perbuatan’. Oleh sebab itu penting kiranya setiap muslim untuk menimba ilmu dan berbekal dengan dalil sebelum beramal.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah pada dirinya niscaya Allah akan pahamkan dia dalam urusan agama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka menimba ilmu [agama] maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Sesungguhnya setiap amal itu akan dinilai dengan niatnya, dan bagi setiap orang -yang beramal- pahala/balasan selaras dengan apa yang dia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu ajaran di dalam urusan/agama kami ini sesuatu yang bukan termasuk bagian darinya, maka ia pasti tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian puasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Puasa Ramadhan adalah ibadah yang sangat mulia. Ibadah yang mengantarkan pelakunya kepada takwa dan surga. Ibadah yang diwajibkan kepada umat ini dan umat-umat sebelumnya. Ramadhan adalah ‘ghanimah’ dalam kehidupan seorang muslim, sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, betapa butuhnya kita terhadap ibadah yang agung ini. Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia dan diberkahi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengabarkan kepada para sahabat tentang kehadiran bulan Ramadhan kepada mereka, ini adalah suatu bentuk motivasi kepada mereka. Bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita untuk menunaikan pernak-pernik ibadah yang mungkin tidak mudah dikerjakan di bulan-bulan yang lainnya.

Puasa di siang hari, sholat di malam hari, memperbanyak membaca al-Qur’an, taubat, dan istighfar, tasbih dan tahlil, dia penuhi waktu-waktunya dengan amal salih dan ketaatan. Bulan Ramadhan ini adalah bulan ampunan, bagi orang yang mau bertaubat dan meninggalkan segala kotoran kemaksiatan. Sungguh, kesempatan yang sangat berharga. Ketika bulan Ramadhan datang dibukalah pintu-pintu surga bagi orang-orang beriman, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan pun dibelenggu.

Bulan Ramadhan semestinya kita manfaatkan dengan kebaikan demi kebaikan, bukan dengan kelalaian dan kesia-siaan. Hendaklah bulan Ramadhan kita isi dengan majelis ilmu, majelis tadabbur, bukan menyibukkan diri dengan tayangan sinetron, musik-musik, dan lawakan-lawakan yang membuang waktu dan mengundang dosa.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, apabila Allah berikan kepada kita untuk hidup di alam dunia ini, maka ingatlah bahwa tujuan hidup kita adalah untuk beribadah dan taat kepada-Nya, bukan untuk memuaskan hawa nafsu dan bermaksiat kepada-Nya.

Bukankah Allah ta’ala telah berfirman (yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Ibadah kepada Allah adalah hikmah penciptaan jin dan manusia. Ibadah kepada Allah adalah kandungan ajaran seluruh kitab suci yang Allah turunkan kepada para rasul-Nya. Ibadah kepada Allah, yang di dalamnya terkandung kecintaan, rasa takut, dan harapan kepada-Nya. Ibadah kepada Allah, yang di dalamnya dilandasi dengan pengagungan dan perendahan diri kepada-Nya.

Ibadah kepada Allah merupakan kebutuhan asasi setiap insan. Kebutuhan paling besar yang harus dipenuhi oleh setiap muslim hingga ajal menjemput. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al-yaqin/kematian.” (QS. al-Hijr)

Ibadah kepada Allah adalah amalan yang tidak boleh tercampur dengan kesyirikan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya, hendaklah dia melakukan amal salih dan tidak mempersekutukan dalam beribadah kepada Rabbnya dengan sesuatu apapun.” (QS. Al-Kahfi: 110)

Oleh sebab itu, sudah semestinya seorang muslim menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh sukacita. Menyambut Ramadhan dengan bekal ilmu dan semangat.

Ibadah Puasa Ramadhan adalah sebab datangnya kecintaan Allah kepada hamba-hamba-Nya. Karena tidaklah hamba mendekatkan diri mereka kepada Allah dengan suatu amal yang lebih dicintai-Nya daripada amal-amal yang Allah wajibkan untuk mereka.

Marilah kita memohon kepada Allah untuk bisa berjumpa dengan bulan yang penuh berkah itu dan bisa mewarnainya dengan dzikir, ketaatan dan taubat. Mudah-mudahan ini menjadi sebab bagi kita selamat dari cengkeraman setan dan api neraka.

Hanya kepada Allah lah kita berlindung dari kejahatan diri kita dan buruknya amal-amal kita, dan kita berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dan kita pun memohon kepada Allah ampunan atas segala dosa dan kesalahan kita.

Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam.

Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

NB: Ada ceramah bagus dari Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah mengenai nasihat bagi kaum muslimin di awal Ramadhan. Silahkan unduh dari [sini]

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: