//
you're reading...
Nasehat

Seri Kultum Ramadhan, Bagian 1

4117

Alhamdulillah. Ash-sholatu was salamu ‘ala rasulillah. Amma ba’du.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia, bulan penuh berkah, bulan ampunan, bulan kedermawanan, dan bulan kesabaran.

Di dalam bulan Ramadhan inilah, umat Islam di berbagai penjuru bumi tunduk patuh kepada Allah; dengan menahan diri dari makan dan minum serta pembatal-pembatal puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Inilah ibadah yang agung, ibadah yang menjadi salah satu perwujudan makna firman Allah ta’ala

[yang artinya], “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, ibadah kepada Allah adalah bentuk perendahan diri dan kepatuhan kepada-Nya dengan penuh kecintaan dan pengagungan. Ibadah kepada Allah ini akan terwujud dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya sesuai dengan tuntunan syari’at Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah ta’ala berfirman,

[yang artinya], “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian puasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Saudara-saudara seiman yang semoga selalu dirahmati Allah, ibadah puasa ini menjadi sebuah ujian bagi kita, ujian atas nilai-nilai ketakwaan yang tertancap di dalam hati kita; apakah kita termasuk orang yang tunduk dan taat ataukah kita termasuk orang yang membangkang dan bermaksiat. Dengan puasa, akan tampak siapa yang bertakwa dan siapa yang lebih mendahulukan hawa nafsunya! Oleh sebab itu, marilah kita berusaha mewujudkan nilai-nilai ketakwaan ini dengan sebenarnya melalui gerak-gerik hati, ucapan lisan, dan juga perbuatan anggota badan.

Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan, “Bukanlah iman itu semata-mata dengan berangan-angan atau menghiasi penampilan luar. Akan tetapi hakikat iman itu adalah apa yang tertanam di dalam hati dan dibuktikan dengan amalan.”

Marilah kita sambut bulan puasa ini dengan hati yang penuh kegembiraan. Kegembiraan akan rahmat dan ampunan Allah, kegembiraan terhadap curahan hidayah dan kelembutan taufik-Nya. Ibadah puasa adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap muslim kepada Rabbnya. Ibadah puasa melatih diri kita untuk meninggalkan hal-hal yang kita senangi demi menggapai kecintaan Rabb penguasa langit dan bumi.

Para ulama kita menasihatkan, “Jika engkau berpuasa maka hendaklah berpuasa pula lisanmu, penglihatanmu, dan anggota badanmu. Janganlah engkau jadikan hari di saat kamu berpuasa sama saja dengan hari-hari biasa.”

Semoga kultum yang singkat ini bermanfaat bagi kami dan jama’ah sekalian, dan semoga Allah ta’ala memberikan kepada kita kemudahan-kemudahan dalam menjalankan ketaatan dan menggapai surga-Nya yang abadi… Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: