//
you're reading...
Kultum Ramadhan

Seri Kultum Ramadhan, Bagian 3

allegheny_national_forest_pennsylvania

Alhamdulillah. Ash-sholatu was salamu ‘ala rasulillah. Amma ba’du.

Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah, bulan Ramadhan memberikan warna yang begitu indah dan kesan yang teramat mendalam dalam lembaran kehidupan seorang muslim. Bagaimana tidak? Sementara di bulan ini berbagai ketaatan dan amal ibadah bersemi dan tumbuh subur. Seakan-akan bumi ini tersenyum dan langit bersorak-sorai penuh suka cita menaungi hari demi hari di bulan Ramadhan ini.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Bulan Ramadhan, dimana pada saat itu diturunkan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan dari petunjuk itu serta menjadi pembeda -antara kebenaran dan kebatilan-. Oleh sebab itu barangsiapa diantara kalian yang hadir di bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Hasan al-Bashri rahimahullah pernah mengatakan, “Wahai anak Adam! Sesungguhnya engkau adalah kumpulan dari hari-hari. Setiap hari pergi berlalu maka lenyaplah sebagian dari dirimu.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang sahih, “Ada dua buah kenikmatan yang banyak orang tertipu dengan keduanya; yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Kaum muslimin yang berbahagia, waktu adalah nikmat. Kehidupan ini adalah nikmat. Kesehatan adalah nikmat. Dan ibadah kepada Allah adalah nikmat yang teramat besar bagi hamba-hamba-Nya. Dengan nikmat-nikmat ini, akan tampak siapakah orang yang sukses dan siapakah orang yang merugikan dirinya sendiri!

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.” (QS. al-‘Ashr: 1-3)

Iman dan amal salih adalah jalan utama untuk membebaskan diri dari kerugian dan kebinasaan. Dengan iman, hati seorang hamba akan tergerak untuk meniti jalan kehidupan ini dengan bekal ketakwaan. Dengan amal salih, langkah-langkah seorang hamba akan terhindar dari kesesatan dan penyimpangan.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang menghdarapkan perjumpaan dengan Rabbnya, hendaklah dia melakukan amal salih dan tidak mempersekutukan dalam beribadah kepada Rabbnya dengan sesuatu apapun.” (QS. Al-Kahfi: 110)

Amal salih adalah amal yang ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh sebab itu, marilah ibadah puasa Ramadhan ini kita lakukan penuh dengan keikhlasan hati, dan berupaya sebisa mungkin mencocoki dengan Sunnah atau ajaran Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab amal yang tidak sesuai tuntunan akan ditolak dan tidak diterima.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang melakukan amalan yang tidak ada perintah/ajarannya dari Kami maka ia pasti tertolak.” (HR. Muslim)

Mudah-mudahan nasihat singkat ini bermanfaat. Wallahu waliyyut taufiq.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: