//
you're reading...
Kultum Ramadhan

Seri Kultum Ramadhan, Bagian 5

air

Alhamdulillah. Ash-sholatu was salamu ‘ala rasulillah. Amma ba’du.

Kaum muslimin yang semoga selalu dirahmati Allah, bulan Ramadhan kembali menghampiri kita. Ibadah demi ibadah dijalani oleh umat Islam dengan penuh harap kepada Rabbnya. Dzikir kepada Allah dan taubat kepada-Nya, bagian yang tak bisa dipisahkan dalam aktifitas seorang hamba.

Salah seorang ulama besar Islam berkata, “Dzikir bagi hati laksana air bagi ikan. Lantas bagaimanakah keadaan seekor ikan apabila dipisahkan dari air?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya seperti perumpamaan orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. Bukhari)

Dzikir akan membuat hati menjadi hidup dan tentram. Dzikir akan memberikan pasokan energi dan kekuatan iman. Dzikir akan membuahkan kebahagiaan dan keselamatan. Dzikir kepada Allah adalah amalan yang sangat besar dan utama. Allah ta’ala berfirman dalam ayat-Nya (yang artinya), “Maka ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku pun akan mengingat kalian, dan bersyukurlah kepada-Ku, janganlah kalian kufur.” (QS. Al-Baqarah)

Kaum muslimin yang berbahagia, dzikir kepada Allah yang paling utama adalah sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, “Yaitu yang bersesuaian antara apa yang ada di dalam hati dengan apa yang diucapkan dengan lisan.”

Apabila lisan kita memuji Allah maka hendaklah hati kita pun demikian; jangan sampai lisan kita memuji Allah namun hati kita penuh dengan ujub dan kesombongan. Apabila lisan kita bertaubat kepada Allah maka hendaklah hati kita pun demikian. Jangan sampai lisan kita beristighfar namun hati kita bertekad baja untuk terus mengumbar dosa tatkala kesempatan bermaksiat kembali terbuka!

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, kehidupan yang kita jalani ini adalah ujian maha dahsyat dan cobaan besar yang tak boleh kita sepelekan. Allah ta’ala telah menegaskan (yang artinya), “Allah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan dalam rangka menguji kalian; siapakah diantara kalian yang terbaik amalnya.” (QS. Al-Mulk)

Orang yang lulus dari ujian ini adalah yang menghiasi umurnya dengan amal-amal yang ikhlas dan selaras dengan ajaran Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang senantiasa mengingat Allah dalam segala gerak-gerik dan tingkah lakunya. Karena hakikat dzikir kepada Allah adalah dengan taat kepada-Nya dan meninggalkan maksiat.

Sa’id bin Jubair rahimahullah berkata, “Dzikir adalah taat kepada Allah. Barangsiapa yang taat kepada Allah maka dia telah berdzikir kepada-Nya, dan barangsiapa yang tidak taat kepada-Nya maka dia bukanlah orang yang berdzikir kepada-Nya. Meskipun dia banyak membaca tabsih, tahlil, dan bacaan al-Qur’an.” Oleh sebab itu, di dalam sejarah kita dapati orang-orang yang hanya pandai membaca al-Qur’an namun tidak memahaminya sebagaimana pemahaman Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat -yaitu seperti keadaan kaum Khawarij- adalah orang-orang yang binasa.

Mudah-mudahan nasihat singkat ini bermanfaat bagi kami dan jama’ah sekalian. Wallahul musta’aan. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: